CahyaTimur.com – PEMERITAH Kota (Pemkot) Ambon membuka “karpet merah” bagi investor yang ingin mengembangkan usaha di Kota Ambon dengan menjamin kemudahan proses perizinan serta memastikan tidak ada birokrasi yang menghambat maupun praktik pungutan liar (pungli).
Di sisi lain, pelaku usaha diminta memprioritaskan penyerapan tenaga kerja lokal.
Komitmen tersebut disampaikan Wali Kota Ambon, Bodewin M. Wattimena, saat menghadiri Grand Opening Point Coffee Gedhe di Indogrosir Ambon, kemarin.
“Kami memberikan karpet merah kepada para pengusaha dalam artian kemudahan proses sesuai aturan. Pemerintah daerah tidak boleh menjadi penghalang bagi masuknya investasi,” tegas Bodewin.
Menurutnya, kehadiran investor dan pembukaan outlet baru seperti Point Coffee menjadi bagian dari dinamika pertumbuhan ekonomi Kota Ambon. Sebagai daerah yang tidak ditunjang sumber daya alam yang melimpah, Pemkot Ambon mengarahkan pengembangan ekonomi pada sektor jasa, perdagangan, dan pariwisata.
“Pemkot memaknai kehadiran outlet ini sebagai bagian dari pertumbuhan ekonomi daerah. Ambon tidak ditunjang oleh sumber daya alam yang melimpah, sehingga fokus pembangunan kita bertumpu pada sektor jasa, perdagangan, dan pariwisata,” ujarnya.
Bodewin menyebut masuknya investasi juga menunjukkan bahwa Kota Ambon terus berkembang sebagai daerah yang memberikan ruang bagi dunia usaha.
“Kehadiran investor membuktikan bahwa Ambon semakin damai dan nyaman sebagai tempat berinvestasi,” katanya.
Meski memberikan kemudahan bagi investor, Bodewin menekankan agar investasi yang berkembang di Kota Ambon turut memberikan manfaat langsung kepada masyarakat, terutama melalui penciptaan lapangan pekerjaan.
Ia meminta para pelaku usaha memberikan kesempatan kepada anak-anak Kota Ambon untuk mendapatkan pekerjaan, khususnya pada posisi yang tidak membutuhkan keahlian khusus (unskilled).
“Pesan saya cuma satu untuk setiap pelaku usaha; silakan berusaha, tetapi berikan kesempatan bekerja bagi anak-anak Kota Ambon. Untuk posisi tenaga kerja non-keahlian khusus (unskilled), pastikan mereka ber-KTP Ambon,” ungkapnya.
Bodewin menilai, semakin banyak tenaga kerja lokal yang terserap oleh dunia usaha, maka semakin besar pula kontribusi investasi terhadap upaya menekan angka pengangguran di Kota Ambon.
“Jika setiap usaha menyerap tenaga kerja lokal, dampak penurunan pengangguran di kota ini akan sangat signifikan,” tandasnya.
Selain penyerapan tenaga kerja, Wali Kota juga mengingatkan pentingnya tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR). Menurutnya, keberlanjutan investasi tidak hanya diukur dari pertumbuhan usaha, tetapi juga dari kontribusinya terhadap masyarakat dan lingkungan sekitar.
“Kita ingin ada sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat. Karena itu, iklim usaha yang berkelanjutan harus berjalan beriringan dengan tanggung jawab sosial perusahaan,” ujarnya.
Sementara itu, Store Manager Point Coffee Indogrosir Ambon, Beneto, berharap kehadiran outlet tersebut dapat menjadi tempat yang nyaman bagi masyarakat untuk bersilaturahmi, melakukan meeting, mengerjakan tugas kuliah, maupun sekadar bersantai.
Acara Grand Opening Point Coffee Gedhe turut dihadiri jajaran Forkopimda Kota Ambon, Sekretaris Daerah Kota Ambon, pimpinan OPD, serta jajaran manajemen Indogrosir dan Point Coffee. (MON)




Tidak ada Respon