Hengki Hiskia: Jangan Korbankan Mekanisme Partai Demi Jabatan

A-AA+A++

CahyaTimur.com – Kritik keras datang dari Ketua Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG) Kota Ambon Hengky Hiskia terkait suksesi Musyawarah Daerah (Musda) DPD II Golkar Ambon

Ia menilai langkah Ely Toisutta menunjuk Plt pengurus kecamatan bertentangan dengan mekanisme organisasi yang seharusnya dijunjung tinggi oleh setiap kader.

Hengky juga menyinggung dinamika di Musda IX Golkar Kota Ambon, ketika Ely Toisutta pernah maju sebagai calon ketua DPD Golkar Kota Ambon. Setelah kalah dalam kontestasi tersebut, Ely disebut menggugat hasil Musda ke Mahkamah Partai, tetapi gugatan itu tidak dimenangkannya.
Kini, menjelang Musda X, Hengky menilai persoalan kewenangan Plt kembali menjadi sumber ketegangan di internal partai.

Dengan posisi sebagai Plt Ketua DPD Golkar Kota Ambon, Ely dinilai seharusnya menjaga netralitas, memastikan proses Musda berlangsung kondusif, dan tidak mengambil langkah yang berpotensi menimbulkan konflik di tingkat kecamatan.

“Ini sudah bertentangan dengan aturan dan mekanisme yang diatur di Partai Golkar,” kecam Hengky.

Ia mengingatkan bahwa perebutan jabatan politik tidak boleh mengalahkan etika, akal sehat, dan kepatuhan terhadap aturan organisasi.

Menurutnya, perbedaan kepentingan dalam partai semestinya diselesaikan melalui mekanisme yang sah, bukan dengan tindakan yang justru memperuncing pertentangan.

“Politik itu bukan sesuatu yang kejam. Justru oknum-oknum tertentu yang menghalalkan segala cara untuk memperoleh jabatan politik,” katanya.
Hengki menegaskan, politik merupakan ilmu yang harus dijalankan dengan etika dan logika yang benar.

Karena itu, setiap kader, terlebih mereka yang sedang memegang jabatan strategis, harus mampu menempatkan kepentingan partai di atas ambisi pribadi.

“Ingat, politik itu ilmu. Dan ilmu punya etika. Logika berpikir harus ditempatkan pada proporsi yang sebenarnya,” tandasnya.

Sementara itu, Ely Toisutta yang dihubungi secara terpisah untuk dimintai tanggapan belum memberikan respons. Pesan singkat yang dikirimkan kepadanya hingga berita ini disusun belum mendapat balasan.

Musda X Golkar Kota Ambon pun berlangsung di tengah sorotan terhadap kewenangan Plt dan tuntutan agar seluruh proses pergantian kepengurusan berjalan sesuai aturan organisasi. (NUW)