Harga Cabai Rawit di Pasar Mardika Ambon Tembus Rp180 Ribu, Omzet Pedagang Anjlok

A-AA+A++

CahyaTimur.com — Tingginya harga cabai rawit di Pasar Tradisional Mardika, Ambon, kian menekan pedagang bumbu dapur. Dalam tiga pekan terakhir, omzet pedagang dilaporkan anjlok drastis karena konsumen mengurangi jumlah belanja akibat harga cabai yang masih berada di kisaran Rp150 ribu hingga Rp180 ribu per kilogram.

Kenaikan harga cabai rawit tersebut membuat aktivitas jual beli di pasar ikut terdampak.

Salah satu pedagang cabai, Isna mengaku jumlah pembeli menurun karena sebagian konsumen memilih mengurangi pembelian atau hanya membeli cabai dalam jumlah sedikit.

“Kondisi ini turut berdampak terhadap pendapatan pedagang. Omzet mereka disebut mengalami penurunan lebih dari 50 persen dibandingkan kondisi normal,” kata Isna di Ambon, Rabu (7/10/2026).

Menurutnya, para juga memilih mengurangi stok cabai yang dijual. Pasalnya, cabai rawit merupakan komoditas yang mudah rusak apabila terlalu lama disimpan. Jika tidak habis terjual, pedagang berpotensi mengalami kerugian karena cabai membusuk.

“Tingginya harga cabai membuat konsumen kini lebih selektif dalam berbelanja,” ujarnya.

Keluhan serupa disampaikan pedagang lainnya, Gimin. Menurutnya, penjualan cabai dalam beberapa pekan terakhir mengalami penurunan karena daya beli masyarakat ikut terdampak kenaikan harga.

Ia berharap pemerintah daerah dapat mengambil langkah untuk menekan harga cabai rawit, salah satunya melalui operasi pasar atau intervensi pasokan.

“Diharapkan harga cabai kembali normal sehingga daya beli masyarakat meningkat dan omzet pedagang dapat kembali pulih,” pungkasnya. (MON/NUW)