Bos BNN Jadi Kapolri, Begini Sosoknya

admin
Komisaris Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto
A-AA+A++

CahyaTimur.com – PRESIDEN Prabowo Subianto mengajukan Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komisaris Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto sebagai calon kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia.

Pengajuan itu disampaikan Ketua Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Habiburokhman dalam rapat kerja di ruang rapat Komisi III DPR, Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (1/10/2026).

“Kami DPR RI sudah mendapatkan surpres dari Presiden Prabowo Nomor R57/Pres/09/2026 tanggal 30 September 2026 perihal usulan pemberhentian dari jabatan Kapolri dan pengangkatan dalam jabatan Kapolri,” ujar Habiburokman.

Sebagai tindak lanjut, menurut dia, DPR sudah menggelar rapat di Badan Musyawarah dan diputuskan digelar fit and proper test terhadap Suyudi pagi ini.

“Dan ini kita ingin mendengar visi misi dan poin-poin yang akan disampaikan calon kapolri dalam acara hari ini. Waktunya nggak banyak paling banyak 10 menit. Kami persilakan Pak Suyudi,” kata Habiburokhman.

Untuk diketahui Suyudi bukan sosok baru di Korps Bhayangkara. Perwira tinggi lulusan AKPOL 1994 ini memiliki pengalaman panjang, terutama di bidang reserse.

Kariernya dimulai dari jabatan Kanit II Resmob Polda Metro Jaya. Sejumlah posisi strategis di wilayah hukum Polda Metro Jaya pernah ia emban, mulai dari Kapolsek Pasar Minggu hingga Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat. Pada 2011, Suyudi dipercaya sebagai Kasubdit Ranmor Ditreskrimum Polda Metro Jaya. Kariernya terus menanjak. Ia kemudian menjabat Kapolres Metro Jakarta Pusat pada 2017 dan Dirreskrimum Polda Metro Jaya pada 2019.

Tidak hanya di wilayah Metro Jaya, Suyudi juga bertugas di Polda Jawa Barat sebagai Kapolres Majalengka dan Kapolres Bogor. Ia sempat menjabat Wakapolres Metro Jabar sebelum kembali ke Jakarta sebagai Kapolresta Bogor Kota, lalu Kapolres Metro Jakarta Pusat

Setelah menjabat sejumlah posisi di Bareskrim Polri, Suyudi dipercaya menjadi Wakapolda Metro Jaya pada 2023. Setahun kemudian, ia dipromosikan sebagai Kapolda Banten dengan pangkat Inspektur Jenderal atau jenderal bintang dua. Puncak kariernya di kepolisian terjadi ketika ia dilantik Presiden Prabowo sebagai Kepala BNN di Istana Negara. Pelantikan itu berdasarkan Keppres nomor 118 TPA tahun 2025 tentang pemberhentian dan pengangkatan dari dan dalam jabatan tinggi utama di lingkungan Badan Narkotika Nasional. (*)

 

Tidak ada Respon

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *